Selasa, 22 Maret 2016

ONE DAY TRIP CIREBON

Iseng iseng cek di aplikasi KAI Access, ternyata masih Ada promo kereta api tujuan Cirebon, langsung ane booking,, dapat 80.000 Cirebon Express Dan 72.000 Tegal Bahari, lumayan harga segitu. Kenapa memilih trip ke cirebon ? Karena ane sendiri ingin explore cirebon, banyak terdapat peninggalan sejarah disana, kebetulan juga teman and domisili di Cirebon. Singkat cerita pukul 05.00 and berangkat dari kosan menuju stasiun dengan nail ojek temen ane, sampai distasiun suasananya cukup ramai, namanya juga weekend banyak yang keluar kota. Setelah boarding, and masuk KA Cirebon Express Eksekutif, pukul 06.00 kereta berangkat sesuai dengan jadwal. Disebelah ada mas-mas yang mau ke cirebon juga, dia bersama teman-teman kantor may wisata kuliner & batik di cirebon. Kami ngobrol tentang wisata cirebon Dan wisata di Indonesia. Setelah itu ane tertidur, maklum semalaman and begadang Karena takut bangun kesiangan.hehe.


Ane bangun sekitar pukul 08.00, kereta melintasi stasiun Haurgelis Dan Jatibarang, jalur ini banyak melewati area persawahan yang menghijau. Kurang lebih selama tiga jam akhirnya kereta tiba di Stasiun Cirebon. Ane kirim WhatsApp ke temen and kalau udah nyampe cirebon. Di depan stasiun banyak tukang ojek Dan tukang becak yang menawarkan tumpangan, ane menolak dengan halus kalau ane dijemput Karena masih lama menunggu, ane putusin untuk sarapan dulu di warung depan stasiun. Temen ane jemput, Dan kita cabut ke kosan temen ane si wahyu. Tujuan yang ane pengen kunjungi yaitu Keraton Kasepuhan Dan Gua Sunyaragi. Temen ane sendiri belum pernah mengunjungi tempat tempat tersebut.

Pukul 11.00 kita mulai explore Keraton Kasepuhan Core bin, keraton ini merupakan keraton terbesar di Cirebon, di sini ada tiga keraton yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman Dan Keraton Kacirebonan. Ticket masuk Keraton Kasepuhan sebesar 20.000 lumayan agak mahal. Dibagian depan kita disuguhi dengan Gapura Siti Inggil. Masuk ke dalam Ada Mande Karesmen, yaitu tempat membunyikan gamelan Sekaton. Di dalam Ada Museum barang antik peninggalan kesultanan Cirebon, Ada Keri's pusaka, gamelan dll., kita  lanjut menuju Museum Kereta Singa Barong, di dalamnya terdapat Kereta Singa Barong, yaitu hasil karya Panembahan Losari, cucu Sunan Gunung Jati. Ada juga lukisan Prabu Siliwangi, yang konon matanya bisa melirik ke arah manapun kita pergi, dan mitos tersebut sudah ane buktiin sendiri. Di sebelah timur keraton terdapat sumur tua peninggalan Sunan Gunung Jati namanya Sumur Bandung, sumur tua ini konon bisa menyembuhkan penyakit, menurut penjaganya air dari sumur tersebut bisa diminum langsung. Ane hanya mencoba membasuh muka. 

Setelah puas berkeliling di Keraton Kasepuhan, kita cabut ke Gua Sunyaragi, Gua Sunyaragi berasal dari kata "Sunya" yang artinya sepi dan "Ragi" yang artinya Raga. Gua Suyaragi merupakan tempat bersemedinya para raja kasultanan Cirebon zaman dahulu.  Tiket masuk sebesar 10.000 per orang.Terdapat ada beberapa gua kecil disini, ada go petheng, gua pengawal,dll Pada zaman dahulu terdapat taman air disekeliling area gua ini, akan tetapi sekarang sudah mengering. Disekitar gua terdapat beberapa peninggalan, ada monumen china, bangsal jinem , gua-gua disisni bukanlah seperti gua kebanyakan, disini hanya terdapat ruang-ruang yang sempit dan gelap, 
Setelah puas berkeliling, kitapun cabut, sebenarnya masih ada tempat di Cirebon yaang layak dikunjungi seperti Gedung BAT yang merupakan kota tuanya cirebon, ada Ade Irma Waterland, Batik Trusmi dll. Kali ini ane hanya mengunjungi 2 tempat tersebut karena keterbatasan waktu yang hanya satu hari. Yang paling nyesel, ane elum sempet nyicipi empal gentong yang melegenda itu.Penunh perjuangan saat kembali ke Jakarta, saat itu lagi hujan, ane hampir ketinggalan kereta, bikin deg -degan juga.











Itulah pengalaman one day trip ke Cirebon, bagi kamu-kamu yang ada di Jakarta , CIrebon menjadi salah satu alternatif untuk menghabiskan weekend kamu.

Rabu, 05 Agustus 2015

Pantai Pulau Merah ( RED ISLAND )


Banyuwangi merupakan kota yang terletak paling ujung timur pulau Jawa, yang dikenal dengan "Sunrise Of Java". Banyak destinasi wisata yang tersebar di kabupaten ini.Mulai dari wisata gunung, taman nasional hingga pantai. Pemerintahan Banyuwangi yang saat ini dipimpin oleh Bpk. Abdullah Azwar Anas sangat berkontribusi dalam memajukan potensi wisata di Kabupaten Banyuwangi. Salah satu destinasi wisata yang menarik adalah Pantai Pulau Merah, pantai ini terletak di pesisir selatan pulau jawa, tepatnya di kecamatan Pesanggaran. Akses menuju ke pantai ini cukup mudah, bisa dicapai dengan sepeda motor, bus maupun mobil. Pantai ini berjarak sekitar 66 KM dari pusat Kota Banyuwangi yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam.


Pemandangan di pantai ini cukup menarik, dengan hamparan pasir putih dan ombak yang sedang membuat pantai ini terlarang untuk berenang. Pantai pulau merah ini beberpa waktu yang lalu menjadi tempat perlombaan Surfing International yang diadakan oleh Pemerintah Banyuwangi.Pantai ini cukup menarik untuk dijadikan alternatif wisata di kabupaten banyuwangi, tentu para pengunjung harus menjaga kebersihan pantai supaya keasrian dan pesona Pantai Pulau Merah tetap terjaga.






Rabu, 22 Juli 2015

One Day Trip Kep.Seribu

Travelling merupakan salah satu hobiku. Pada tulisan ini gue akan menceritakan tentang pengalaman trip ke kep. seribu ( pulau onrust dan pulau cipir ). Kebetulan gue telah gabung dengan komunitas Backpacker Indonesia Regional Jabodetabek, sebuah komunitas yang beranggotakan para pecinta travelling di wilayah jabodetabek, bagi rekan-rekan yang mau bergabung bisa lihat di http://www.backpackerindonesia.com/ . Sebenarnya trip ini sudah 1 tahun yang lalu, namun karena kesibukan , maka baru bisa gue posting sekarang. Pada awalnya gue iseng daftar di forum itu, kita bisa lihat next trip, dan berkomunikasi dengan sesama traveller di seluruh indonesia. Karena gue pengen habisin weekend , jadilah gue ikut trip BPI Jabodetabek One Day Trip 2 pulau cuma bayar 65 ribu ( termasuk murah lah).

Hari Minggu, 16 Maret 2014, gue bela-belain begadang karena takut bangun kesiangan, karena dari tempat gue di Pondok Aren ke Muara Kamal lumayan jauh. Habis sholat subuh gue langsung ke stasiun sudimara naik angkot. Gue naik krl jurusan Tanah Abang, di St. Tanah Abang transit dan ganti kereta ke St. Duri, dari St. Duri ambil yang jurusan tangerang, turun di St. Rawabuaya, saat di dalam kereta menuju St. Rawabuaya, gue denger mbak2 berjilbab ngomongin ke pulau seribu, dalam hati, gue berkata mungkin mbak-mbak ini masuk rombongan gue. Pas turun dari krl gue samperin tuh mbak-mbak, ternyata dia juga mau ke muara kamal dan mau nyebrang juga, tapi dia beda rombongan dengan gue. akhirnya gue dan mbak-mbak itu naik angkot ke Muara Kamal, pas jam 08.30, karena di jadwal rombongan menyebrang pukul 08.00, gue WA koordinatornya suruh nungguin, eh pas nyampe sana malah banyak yang belum datang. Jam 09.00 kita semua menyeberang ke Pulau Onrust dan Pulau Cipir dengan perahu. Perjalanan sekitar 1,5 jam. Sesampainya kita disana, kita perkenalan, games, sharing pengalaman, makan siang, foto-foto. 


perahu berangkat



Perkenalan anggota


Games



Spanduk BPI Jabodetabek



Bekas  bangunan rumah sakit karantina haji di pulau Cipir




Tim  games gue




Foto bersama



Trip ini adalah trip pertama gue bersama anak - anak BPI Jabodetabek, sungguh pengalaman yang takkan terlupakan, See you on next Trip Guys.



















PTKP 2015

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah besarnya penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, dengan kata lain apabila penghasilan neto Wajib Pajak Orang Pribadi jumlahnya dibawah PTKP tidak akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25/29 dan apabila berstatus sebagai pegawai atau penerima penghasilan sebagai objek PPh Pasal 21, maka penghasilan tersebut tidak akan dilakukan pemotongan PPh Pasal 21.

Mulai 1 Juli 2015, Pemerintah telah menetapkan PTKP baru yaitu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.010/2015 Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).



Dampak Penyesuaian PTKP

Dengan pertimbangan sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, Pemerintah melalui Menteri Keuangan setelah berkonsultasi dengan DPR RI, telah menetapkan penyesuaian besarnya PTKP yang mulai berlaku pada Tahun Pajak 2015. Besarnya PTKP sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122 /PMK.010/2015adalah sebagaimana pada Tabel I di bawah ini.
Tabel I
PTKP Mulai Tahun Pajak 2015
  
Diri WP orang pribadi
36.000.000
Tambahan untuk WP Kawin
3.000.000
Tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami
36.000.000
Tambahan untuk setiap tanggungan
3.000.000

Kenaikan PTKP ini tentu saja berdampak tidak saja pada penerimaan pajak itu sendiri tetapi juga pada perekonomian secara luas. Dari sisi penerimaan pajak, naiknya PTKP berarti akan menurunkan Penghasilan Kena Pajak (PKP) sehingga konsekuensinya adalah berpotensi menurunkan penerimaan PPh orang pribadi dibandingkan proyeksi penerimaan yang seharusnya dapat diperoleh apabila tidak dilakukan penyesuaian.
Namun demikian, pemerintah memandang perlu untuk memberikan stimulus ekonomi guna mendorong peningkatan permintaan agregat pada saat kondisi ekonomi sedang dalam perlambatan, sekaligus mendorong membesarnya tax base dari PPN sehingga pada gilirannya berdampak pada kenaikan penerimaan PPN.  Berdasarkan data historis, kenaikan besaran PTKP tidak mempengaruhi terjadinya penurunan penerimaan secara nominal dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, peningkatan PTKP tersebut mempengaruhi perlambatan pertumbuhan penerimaan PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi, yang bersifat sementara.

Meskipun kenaikan PTKP mempunyai potensi memperlambat pertumbuhan penerimaan pajak, akan tetapi dari sisi ekonomi makro diharapkan kenaikan PTKP ini akan berdampak positif. Naiknya PTKP berdampak pada naiknya pendapatan siap belanja (disposable income) sehingga pada gilirannya akan mendorong permintaan agregat baik melalui konsumsi rumah tangga maupun investasi. Oleh karena itu, kebijakan kenaikan PTKP ini diharapkan dapat menjadi stimulus tambahan bagi perekonomian nasional di paruh kedua tahun 2015 dan tahun berikutnya.

Dengan demikian, dihimbau bagi seluruh Wajib Pajak, baik perusahaan maupun perorangan untuk mulai menyesuaikan perhitungan besarnya pemotongan PPh Pasal 21 maupun besarnya PPh terutang, dengan menggunakan PTKP yang baru untuk tahun pajak 2015 dan sesudahnya. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.010/2015 lebih lanjut dapat dilihat melalui alamat www.kemenkeu.go.id. (ep/mr)
           


Jumat, 05 Juni 2015

Kerja dan Kuliah

Kenapa gue mengambil tema ini ? tidak lain dan tidak bukan karena gue sekarang ngejalanin kedua-duanya. Menjadi deorang karyawan di kantor sekaligus mahasiswa di sebuah universitas. Bisa dibayangkan betapa beratnya perjuangan yang harus gue lakukan. Yah memang berat harus membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah tapi itu tidak menghalangi gue untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi. menurut prinsip gue, kuliah itu penting banget, selain memnuntut ilmu, kuliah juga memperluas koneksi kita dan membentuk pola pikir. Gue sekarang ambil jurusan "Akuntansi", karena itu berhubungan dengan kerjaan gue. Memang sejak dulu gak terlalu suka accounting tapi makin kesini gue makin yakin kalo gue pengen mempelajari ilmu ini. 
Ada waktu ketika gue harus mengorbankan salah satu, pas overtime di kantor terpaksa gue harus absen kuliah. Untungnya gue jarang-jarang overtime, biasanya sih pas musim laporan SPT Tahunan.
Meskipun waktu belajar sangatlah terbatas, gue mengambil kelas reguler malam jam 17.30 s/d 21.00. Belajar pun saat pagi buta, pulang kuliah udah capek badan. Ingat pepatah



"Berakit - rakit ke hulu berenang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian"

Jika niat kita ikhlas, niscaya hasilnya nanti bisa kita raih dengan indah, Believe it..
Cita-cita gue nanti pengen jadi seorang Tax Consultant yang kredible da professional, untuk mewujudkan hal itu yah harus belajar dari sekarang.
"Never Say Late For Studying"
Ilmu memang tidak akan habis, justru jika kita mengamalkannya akan terus bertambah, Target gue bisa cepet-cepet lulus dan pengen banget ngebahagian ortu . 
Udah dulu deh, capek ngetiknya,, sampai ketemu di postinga selanjutnya...



Sabtu, 26 Juli 2014

Mudik dengan Kereta Api

Akhirnya bisa mennulis lagi di blog ini setelah sekian lama vakum karena kesibukan di dunia nyata. Kali ini aku akan menceritakan  pengalaman mudik  ke kampung halamanku di Banyuwangi. Aku menggunakan jasa angkutan kereta , transportasi favoritku karena lebih cepat dan yang penting bebas macet.
Aku memesan tiket Kereta Api Bangunarta dari Jakarta ke Surabaya dan KA Mutiara Timur dari Surabaya Ke Banyuwangi. Reservasi sudah dilakukan jauh jauh hari karena mulai H-90 tiket kereta sudah bisa dipesan. Hari itu pukul 17.15 aku telah tiba di Stasiun Gambir,  ngojek dengan teman sendiri, Suasana Stasiun saat itu penuh dengan pemudik,


                                                                Tiket KA Mutiara timur



                                                                   Tiket KA Bangunkarta

Kereta Bangunkarta berangkat jam 17.30 telat 15 menit dari jadwal yang tertera di tiket, Kereta apa berhenti sebentar di Stasiun Cikampek, entah mengapa berhenti padahal bukan stasiun keberangkatan penumpang. Kereta berhenti di stasiun Cirebon pukul 22.40 telat 48 menit dari jadwal, Kereta kembali melaju dan berhenti di stasiun Tegal, Pekalongan, Pemalang dan berhenti di Stasiun Semarang Tawang pukul 02.10. Di dalam kereta kita bisa pesan berbagai makanan seperti nasi goreng, nasi rames, bakso dll. Saya sendiri cukup makan sahur dengan roti dan kurma. 


                                                           di dalam KA Bangunkarta


Kereta sampai di Stasiun Madiun pukul 05.30, announcer kereta menyatakan permintaan maafnya atas keterlammbatan KA bangunkarta dari jadwal. Kereta juga berhenti di Stasiun Nganjuk, Jombang, Mojokerto dan terakhir tiba di Surabaya Gubeng pukul 08.30, saya sempat was was karena takut tertinggal KA Mutiara Timur yang berangkat pukul 09.00. Dan sayapun lanjut perjalanan ke Banyuwangi menggunakan KA Mutiara Timur


                                       Para penumpang yang menunggu Kereta Mutiara Timur




                                                              Kereta Mutiara Timur Tiba




                                                Pemandangan yang tertangkap kamera


Dan akupun tiba di stasiun Rogojampi, tepat waktu dengan jadwal di tiket.Momen mudik merupakan momen yang terjadi setahun sekali, Berkumpul bersama keluarga di saat idul Fitri merupakan kebahagiaan yang tak ternilai. :)

Jumat, 13 Juli 2012

Perkenalan

Akhirnya bisa nulis postingan pertama di blog ini.
Perkenalkan kawan, saya adalah Rois, seorang laki laki yang terlahir dari keluarga kecil di kota paling ujung timur pulau jawa, tepatnya di Banyuwangi.
Semenjak lulus sekolah menengah, saya rencananya mau nerusin kuliah ikut progam beasiswa dari pemerintah, tetapi Allah berkehendak lain,saya belum diterima masuk universitas .
Pertama saya kecewa dengan hal tersebut. Gimana kalau tidak nerusin kuliah, mau kerja, tapi kerja apa ? pertanyaan itulah yang terus timbul di pikiranku.

Tetapi Alllah telah punya rencana lain bagiku. Alhamdulilah, saya dapat tawaran kerja di sebuah tempat, meskipun tempatnya jauh dari kampung halamanku, yaitu di Tangerang. Rasanya sih berat ninggalin kedua orang tua dan kakakku. Bagaimana rasanya jauh dari mereka ?Tetapi karena niat dalam hati aku yang ingin sukses, maka akupun ikhlas untuk pergi merantau.

Di tempat baruku memang beda sama di kampung, maklumlah, Kota, butuh penyesuaian dan lingkungan baru.Dapat teman - teman baru. Alhamdulilah semuanya baik. Sekarang sudah hampir setahun saya disini. Rencananya Lebaran besok baru mau pulang, udah kangen sama keluarga.. hehe..

Nah buat teman- temanku, kalian jangan pernah putus asa jika tidak mendapatkan apa yang kalian harapkan. Mungkin Allah telah punya rencana yang indah kelak .
Harus tetap optimis dan semangat kawan..
Sekian dulu ya,, sampai ketemu di postingan berikutnya.


Salam...