Akhirnya bisa mennulis lagi di blog ini setelah sekian lama vakum karena kesibukan di dunia nyata. Kali ini aku akan menceritakan pengalaman mudik ke kampung halamanku di Banyuwangi. Aku menggunakan jasa angkutan kereta , transportasi favoritku karena lebih cepat dan yang penting bebas macet.
Aku memesan tiket Kereta Api Bangunarta dari Jakarta ke Surabaya dan KA Mutiara Timur dari Surabaya Ke Banyuwangi. Reservasi sudah dilakukan jauh jauh hari karena mulai H-90 tiket kereta sudah bisa dipesan. Hari itu pukul 17.15 aku telah tiba di Stasiun Gambir, ngojek dengan teman sendiri, Suasana Stasiun saat itu penuh dengan pemudik,
Tiket KA Mutiara timur
Tiket KA Bangunkarta
Kereta Bangunkarta berangkat jam 17.30 telat 15 menit dari jadwal yang tertera di tiket, Kereta apa berhenti sebentar di Stasiun Cikampek, entah mengapa berhenti padahal bukan stasiun keberangkatan penumpang. Kereta berhenti di stasiun Cirebon pukul 22.40 telat 48 menit dari jadwal, Kereta kembali melaju dan berhenti di stasiun Tegal, Pekalongan, Pemalang dan berhenti di Stasiun Semarang Tawang pukul 02.10. Di dalam kereta kita bisa pesan berbagai makanan seperti nasi goreng, nasi rames, bakso dll. Saya sendiri cukup makan sahur dengan roti dan kurma.
di dalam KA Bangunkarta
Kereta sampai di Stasiun Madiun pukul 05.30, announcer kereta menyatakan permintaan maafnya atas keterlammbatan KA bangunkarta dari jadwal. Kereta juga berhenti di Stasiun Nganjuk, Jombang, Mojokerto dan terakhir tiba di Surabaya Gubeng pukul 08.30, saya sempat was was karena takut tertinggal KA Mutiara Timur yang berangkat pukul 09.00. Dan sayapun lanjut perjalanan ke Banyuwangi menggunakan KA Mutiara Timur
Para penumpang yang menunggu Kereta Mutiara Timur
Kereta Mutiara Timur Tiba
Pemandangan yang tertangkap kamera
Dan akupun tiba di stasiun Rogojampi, tepat waktu dengan jadwal di tiket.Momen mudik merupakan momen yang terjadi setahun sekali, Berkumpul bersama keluarga di saat idul Fitri merupakan kebahagiaan yang tak ternilai. :)





